scispace - formally typeset
Search or ask a question
Author

Husni Fuaddi

Bio: Husni Fuaddi is an academic researcher. The author has an hindex of 1, co-authored 1 publications receiving 1 citations.

Papers
More filters
Journal ArticleDOI
11 Jan 2018
TL;DR: Pengabdian in this article dilakukan di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Abstract: Pengabadian ini dilakukan di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan lembaga keuangan syariah yang berbentuk Baitul Maal Wat Tamwil. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan produk-produk syariah lainnya, agar masyarakat muslim familiar dengan lembaga keuangan syariah. Selain itu juga tujuannya adalah agar masyarakat berkeinginan untuk mendirikan lembaga keuangan Baitul Mal Wat-Tamwil di desa tersebut. Program penyuluhan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta penyuluhan menguasai dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti penyuluhan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir. Keberhasilannya dapat dilihat dari: 1) Tersedia tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan BMT, karena hingga saat ini lembaga keuangan bank dan non bank sangat banyak juga alumni sarjana ekonomi syariah dan magister ekonomi syariah di riau sangat banyak. 2) Antusiasme masyarakat desa karya indah yang cukup tinggi terhadap pelatihan pengembangan desanya melalui BMT. 3) Dukungan kepala dusun desa karya indah terhadap kegiatan ini menambah semangat dalam kegitan pelatihan dan membantu tim pengabdi mengorganisasikan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Dan 4) Ketersediaan dana pendukung dari Universitas melaui guna penyelenggaraan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini. Hambatannya dilihat dari: 1) Masyarakat desa Karya indah yang merupakan peserta penyuluhan masih banyak yang belum memiliki pengetahuan tentang lembaga keuangan syariah (BMT), 2) Keterbatasan waktu untuk pelaksanaan penyuluhan sehingga beberapa materi tidak dapat disampaikan secara detil. Dan 3) Daya tangkap para peserta yang bervariasi, ada yang cepat namun juga ada yang lambat sehingga waktu yang digunakan kurang maksimal, sehingga waktu yang ada tidak cukup untuk menjelaskan semuanya.

3 citations


Cited by
More filters
Journal ArticleDOI
TL;DR: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan ibu-ibu PKK di Desa Karya Indah Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau as mentioned in this paper .
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan ibu-ibu PKK di Desa Karya Indah Kec. Tapung, Kab. Kampar, Riau. Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 pasal 6 tentang Desa menyebutkan bahwa pengaturan desa bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional. Masyarakat desa tanpa terkecuali termasuk perempuan di desa Desa Karya Indah, Kec. Tapung, Riau sebenarnya merupakan potensi dan aset desa yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara khusus dan meningkatkan kesejahteraan desa secara umum. Metode pengabdian yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan, demontrasi dan pelatihan. Tujuan pengabdian ini diharapkan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat yaitu masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam berwirausaha sehingga dapat berkontribusi meningkatkan potensi mitra khususnya masyarakat dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tingkat ketercapaian sasaran program pengabdian ini adalah dapat dikatakan berhasil terlihat dari antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan pengabdian dan kemampun peserta pengabdian dalam menjawab pertanyaan setelah selesai dilakukan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan. Rekomendasi dari kegiatan pengabdian ini yaitu perlu adanya kegiatan berulang sejenis terkait pelatihan yang berkatan dengan peningkatan potensi masyarakat melalui pelatihan.
Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the purpose of this activity is to increase the understanding of Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura students about smoke haze. But the results obtained in the form of an increase in knowledge of 9.38%, where 94.28% of respondents had good knowledge about the haze disaster.
Abstract: ABSTRAKBencana kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian gangguan pernapasan secara akut dan kronis. Populasi berisiko terdapat pada kelompok usia anak-anak karena imaturitas fungsi sistem pernapasan. Kegiatan pengabdian dilakukan di SD Muhammadiyah Martapura. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman pelajar SD SD Muhammadiyah Martapura mengenai kabut asap. Kegiatan dikonduksikan secara indoor-outdoor. Penerapan metode melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media powerpoint, poster dan media mewarnai. Peserta terdiri dari 35 siswa bersikap aktif saat kegiatan. Didapatkan hasil berupa peningkatan pengetahuan sebesar 9,38%, dimana 94,28% responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai bencana kabut asap. Berdasarkan uji statistik dinyatakan hubungan signifikan dari kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan responden (Z hitung=3,18, p-Value=0,0001). Peningkatan pengetahuan dari sasaran pada kegiatan ini dikarenakan responden berupa pelajar Sekolah dasar, dukungan sekolah dan media penyuluhan sedangkan penghambat dari kegiatan ini adalah keterbatasan waktu dan ketertiban sasaran. Kata kunci: bencana kabut asap; kebakaran hutan dan lahan; anak sekolah dasar; penyuluhan; peningkatan pengetahuan. ABSTRACTThe haze disaster is caused by bushfires. This has an impact on increasing the incidence of acute and chronic respiratory disorders. The population at risk is in the age group of children because of the immaturity of the respiratory system function. Service activities are carried out at Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura. The purpose of this activity is to increase the understanding of Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura students about smoke haze. Activities conducted indoor-outdoor. The application of the method through discourse and discussions with questions & answers using powerpoint, posters and coloring media. Participants consisted of 35 students being active during the activity. The results obtained in the form of an increase in knowledge of 9.38%, where 94.28% of respondents had good knowledge about the haze disaster. Based on the statistical test, it was stated that there was a significant relationship between counseling education toward increase knowledge of respondents (Z count = 3,18, p-Value = 0,0001). The increase in knowledge of the targets in this activity is because the respondents are elementary school students, school support and counseling media, while the obstacles to this activity are limited time and orderliness of the target. Keywords: haze disaster; bushfires; elementary school children; counseling; knowledge enhancement.