scispace - formally typeset
Search or ask a question

Showing papers in "Agrokompleks (Pangkep) in 2022"


Journal ArticleDOI
TL;DR: Pandemi COVID-19 as discussed by the authors telah menimbulkan dampak negative terhadap berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, obat-obatan, gaya hidup, perekonomian, and lain-lain.
Abstract: Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak negative terhadap berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan, obat-obatan, gaya hidup, perekonomian dan lain-lain. Salah satu aspek yang penting adalah fluktuasi harga karena fluktuasi harga yang tinggi sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba untuk memantau fluktuasi harga yang terjadi di tingkat produsen, pedagang dan pengecer. Beberapa bahan makan pokok yang dipantau adalah beras medium, cabai merah keriting, cabai rawit merah dan bawang merah. Kegiatan pemantauan dilakukan oleh peneliti dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY di daerah Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul selama periode Maret 2021. Pengumpulan data-data mengenai harga pangan pokok dilakukan dengan menggunakan metode panel harga. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tingkat perbedaan harga pada setiap tingkat.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Tanaman sagu atau rumbia (Metroxylon sago) merupakan tanaman penghasil pati sagu ying dimana padi sagu menjadi sumber karbohidrat as mentioned in this paper .
Abstract: Tanaman sagu atau rumbia (Metroxylon sago) merupakan tanaman penghasil pati sagu yang dimana pati sagu menjadi sumber karbohidrat. Tanaman sagu memiliki banyak manfaat, daunnya dapat dijadikan atap, empulur dijadikan pati, kulit batang pohon sagu dijadikan briket, dan ampas empulur dijadikan pupuk organik. Selain itu abu dari pelepah pohon sagu dapat dijadikan bahan untuk bedak dingin. Antikoksidan dari abu pelepah sagu ini dapat diperoleh dengan melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dalam alat ekstraktor soxhlet. Antioksidan dapat berfungsi untuk melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh adanya molekul yang tidak stabil dimana dikenal sebagai radikal bebas. Antioksidan dapat menyumbangkan elektron kepada molekul radikal bebas, sehingga dapat menstabilkan radikal bebas dan dapat menghentikan reaksi berantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terdapat dalam abu pelepah sagu. Pengujian dilakukan menggunakan abu pelepah sagu yang diekstrak menggunakan metode soxhlet dengan pelarut etanol 70 %, kemudian di lakukan pengujian GC-MS untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat dalam abu pelepah sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat di dalam abu pelepah sagu yaitu senyawa antioksidan kurkumin yang merupakan senyawa turunan dari polifenol dengan rumus kimia C21H20O6.

Journal ArticleDOI
TL;DR: Penelitian in this paper dilaksanakan pada Februari-Maret 2022 di Labolatorium and Hatchery Ikan Air Laut, Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
Abstract: Peningkatan produksi ikan nila dapat diwujudkan dengan metode budidaya intensif, namun pada kondisi budidaya dengan taraf intensif dapat meningkatkan peluang ikan nila untuk terserang berbagai penyakit. Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan penyakit bakteri, diantaranya adalah melalui penggunaan bahan imunostimulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan ekstrak bawang putih dalam meningkatkan performa imunitas dan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-Maret 2022 di Labolatorium dan Hatchery Ikan Air Laut, Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan P0 (kontrol/tanpa penambahan ekstrak bawang putih), P1 (5 g/kg pakan), P2 (10 g/kg pakan), P3 (15 g/kg pakan). Benih yang digunakan berkuran 2-3 cm dengan padat tebar 15 ekor/wadah, menggunakan wadah ember plastik volume 20 liter. Parameter uji terdiri atas total leukosit, aktivitas fagositosis, pertumbuhan bobot mutlak, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih pada pakan dapat meningkatkan respon imun dan pertumbuhan ikan nila. Uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan dengan dosis 10 g/kg pakan (perlakuan P2) merupakan dosis terbaik, dengan meningkatkan total leukosit (770.417 sel/mL), aktivitas fagositosis (70,67%), pertumbuhan bobot mutlak (0,63 g), dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan (82,22%).

Journal ArticleDOI
TL;DR: Tujuan penelitian in this article adalah mengevaluasi bakteri kandidat probiotik Bacillus sp ying efektif menghambat perkembangan larva udang windu.
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi bakteri kandidat probiotik Bacillus sp yang efektif menghambat perkembangan bakteri V. harveyi, perkembangan dan sintasan larva udang windu. Penelitian terdiri atas 3 tahap, tahap pertama adalah isolasi kateri, tahap kedua karakterisasi bakteri probiotik dan tahap ketiga adalah aplikasi bakteri probiotik pada larva udang fase nauplius-PL2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), uji daya hambat dilakukan pengukuran luas zona hambat bakteri probiotik secara in vivo, uji patogenitas bakteri dilakukan dengan uji in vivo tiga jenis bakteri probiotik terhadap larva udang, dan uji efektivitas bakteri dilakukan secara in vivo dari tiga jenis bakteri probiotik. Tiga jenis bakteri untuk uji in vivo terdiri atas isolat , dan , ditambah kontrol. Data dianalisis secara statistik, perlakuan yang menunjukkan pengaruh signifikan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Parameter yang diamati adalah daya hambat bakteri kandidat probiotik terhadap V. harveyi, pathogenisitas bakteri kandidat probiotik terhadap post larva ( ), perkembangan dan sintasan larva udang windu. Hasil penelitian diperoleh 37 isolat, 6 diantaranya potensial menghambat perkembangan V. harveyi atau sekitar 16% dari total isolat. Uji pathogenisitas isolat , dan , terhadap post larva udang windu menunjukkan tiga jenis isolat kandidat probiotik uji tidak patogen terhadap hewan uji. Uji efektifitas isolat konsentrasi berbeda pada media pemeliharaan larva tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan larva udang windu dibanding dengan kontrol, tetapi berpengaruh pada sintasan larva udang windu (p<0,05). Isolat dengan konsentrasi cfu/ml efektif sebagai kandidat probiotik dan dapat meningkatkan sintasan larva udang windu 58,83%.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi akselerasi and frekuensi molting larva udang vaname serta pengaruh lanjut Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 terhadap laju pertumbuhan larva Udanga vaname.
Abstract: Kualitas dan pertumbuhan larva udang vaname sangat dipengaruhi oleh proses dan frekuensi molting, dimana pertumbuhan erat kaitannya dengan proses pergantian cangkang. Kalsium hidroksida Ca(OH)2 merupakan salah satu mineral kalsium yang berhubungan dengan kadar kalsium kulit dan kadar kalsium lingkungan seiring pertukaran kalsium secara terus-menerus antara tubuh dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi akselerasi dan frekuensi molting larva udang vaname serta pengaruh lanjut Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 terhadap laju pertumbuhan larva udang vaname. Desain penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 taraf dosis Ca(OH)2 : A. Tanpa penambahan Ca(OH)2 (kontrol), B. 2 mg/ L air, C. 4 mg/ L air, dan D. 6 mg/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Ca(OH)2 sebanyak 4 mg/L air menunjukkan intensitas/persentase molting sebesar 67%, laju pertumbuhan berat mutlak sebesar 2.35 mg, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4,93 mm, dan tingkat kelulushidupan udang (SR) sebesar 49%.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis laju pengeringan dengan metode regresi linear dalam pembuatan ebi vannamei menggunakan alat cabinet dryer and menganalisis pengaruh dari variabel massa serta suhu pengerings terhadap kadar air ying terdapat pada udang.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis laju pengeringan dengan metode regresi linear dalam pembuatan ebi vannamei menggunakan alat cabinet dryer dan menganalisis pengaruh dari variabel massa serta suhu pengering terhadap kadar air yang terdapat pada udang. Proses pembuatan ebi ini menggunakan mesin pengering cabinet dryer dengan perlakuan massa yaitu 300 gram dan 500 gram serta perlakuan suhu yang digunakan yaitu 50°C, 60°C dan 70°C. Paramater yang dianalisis pada penelitian ini meliputi; persamaan laju pengeringan, kadar keseimbangan bahan dan konstanta laju pengeringan. Selain itu, pada penelitian ini juga dianalisis parameter kadar air, kadar protein, dan rendemen produk ebi yang dihasilkan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstanta laju pengeringan paling tinggi adalah 0,81 jam-1 pada suhu 50°C dan massa 500 g. Pada penelitian ini diketahui bahwa suhu dan berat berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan kadar air. Penurunan kadar protein tertinggi yaitu 6,20% pada pengeringan suhu 70°C dengan berat 300 g sedangkan penurunan yang paling rendah sebesar 0,68% diperoleh pada pengeringan suhu 50°C dengan berat 500 g. Kadar air tertinggi yaitu 65,29% dihasilkan pada pengeringan suhu 50°C dengan berat 500 g, sedangkan kadar air yang paling rendah sebesar 29,78% pada pengeringan suhu 70°C dengan berat 500 g. Rendemen hasil penelitian yang paling tinggi terdapat pada suhu 50°C dengan berat 500 g yaitu 70% dan yang paling rendah diperoleh pada proses pengeringan suhu 70°C dengan berat 300 g yaitu 36%.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , Tujuan penelitian ini dilaksanakan di Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Abstract: Rumput laut sebagai komoditas unggulan yang memiliki prospek pengembangan yang sangat besar, karena mudah dikembangkan, tidak membutuhkan teknologi yang rumit dan dapat dilakukan secara manual. Meskipun rumput laut menjadi komoditas unggulan, tetapi masih memiliki permasalahan dalam proses pengembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan usaha rumput laut dan prospek pengembangan usaha rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis finansial dengan rumus R/C Ratio dan analisis trend linear. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil analisis R/C Ratio dapat diketahui besarnya nilai R/C Ratio yaitu 1,86, hal tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp.100.00 biaya yang dikeluarkan, maka diperoleh penerimaan sebesar Rp.186.00 pada akhir kegiatan usaha. Dengan demikian untuk nilai R/C >1 maka usaha tersebut dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Prospek pengembangan usaha rumput laut di Desa Angkue dilihat dari analisis trend liear, dari penjumlahan nilai tersebut dapat diketahui estimasi atau perkiraan tingkat perkembangan produksi rumput laut pada tahun 2022 sebanyak 19,290, tahun 2023 sebanyak 19,518, tahun 2024 sebanyak 19,871, tahun 2025 sebanyak 20,161 dan tahun 2026 sebanyak 20,452.

Journal ArticleDOI
TL;DR: Penelitian pemberian pakan yang diperkaya tepung spirulina sebagai sumber karotenoid pada juvenil koi (Cyprinus carpio) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakakan tersebut terhadap tingkat kecerahan warna, pertumbuhan, and sintasan juvenIL koi serta nilai finansial dari penambahan tersebo as discussed by the authors .
Abstract: Penelitian pemberian pakan yang diperkaya tepung spirulina sebagai sumber karotenoid pada juvenil koi (Cyprinus carpio) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan tersebut terhadap tingkat kecerahan warna, pertumbuhan dan sintasan juvenil koi serta nilai finansial dari penambahan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan (A= pellet; B = pellet + tepung spirulina 10%; C = pellet + tepung spirulina 20%; dan D = pellet + tepung spirulina 30%) dengan masing-masing 3 ulangan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna juvenil koi pada perlakuan B, C dan D berbeda nyata dengan perlakuan A (P< 0,05). Persentase jumlah juvenil skor 3 tertinggi yang didapatkan berturut-turut yaitu perlakuan D sebesar 32,68%, perlakuan C sebesar 31,90%, perlakuan B sebesar 29,22% dan perlakuan D sebesar 19,40%. Laju pertumbuhan dan sintasan juvenil koi juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan B, C, dan D dengan perlakuan A. Laju pertumbuhan terbaik didapatkan pada perlakuan D dan C yaitu 9,576 % dan 9,318 % per minggu, dan sintasan tertinggi didapatkan pada perlakuan C dan D yaitu 95 % dan 90 %. Kesimpulan yang didapatkan bahwa pemberian pakan yang diperkaya tepung spirulina sebagai sumber karotenoid nyata meningkatkan kecerahan warna, laju pertumbuhan dan sintasan juvenil koi. Analisis finansial terhadap beban biaya perekor juvenil koi makin meningkat dengan peningkatan dosis spirulina, namun tidak seiring dengan pertambahan jumlah juvenil skor 3, sehingga penambahan spirulina melebihi dosis 10 persen dalam pakan tidak direkomendasikan.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan SIDA berbasis komoditas unggulan dalam rangka peningkatan daya saing daerah and kesejahteraan masyarakat.
Abstract: Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan salah satu kabupaten di Indonesia dengan kekayaan sumberdaya alam yang cukup lengkap karena wilayahnya terdiri dari pegunungan, daratan dan kepulauan. Ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan sumberdaya alam tersebut harus dikelola secara bijaksana untuk menjamin keberlanjutannya. Oleh karena itu dibutuhkan penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) dalam pengelolaan sumberdaya alam khususnya komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan dalam rangka peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, yaitu bulan April sampai September 2021. Komoditas unggulan yang dikaji pada penelitian ini adalah jeruk pangkep, ikan bandeng dan garam. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi literatur. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menentukan strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi relatif strategi penguatan SIDa berbasis komoditas unggulan daerah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terletak pada koordinat (2,19;1,33) yaitu berada pada kuadran pertama yang berarti bahwa strategi penguatan inovasi berbasis komoditas unggulan ditempuh melalui strategi SO. Berdasarkan hasil analisis maka secara berurutan prioritas strategi yang akan dilaksanakan dalam pengembangan inovasi pengelolaan komoditas unggulan daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah: peningkatan produktivitas lahan untuk komoditas unggulan (Skor 6,51); pengembangan industri pengolahan komoditas unggulan (Skor 6,14); peningkatan akses permodalan untuk pengembangan usaha komoditas unggulan (Skor 5,93); inisiasi ekspor produk komoditas unggulan (Skor 5,65 ); pengembangan program inovasi desa berbasis komoditas unggulan (skor 4,83).

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , penelitian ini dilaksanakan di wilayah pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero), Pabrik Gula (PG) yakni PG Bone, PG Camming, and PG Takalar.
Abstract: Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pabrik gula PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero), Pada saat ini untuk daerah Sulawesi Selatan terdapat tiga Pabrik Gula (PG) yakni PG Bone, PG Camming dan di PG Takalar. Tujuan penelitian ini adalah untuk ; (1) mengetahui tren produksi tebu, dan (2) mengetahui kinerja pabrik gula dan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perusahaan dalam kurun waktu tahun 2015-2019. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis produksi, analisis tren, dan analisis kinerja dengan aplikasi MS excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan areal tebu cenderung mengalami penurunan, luas areal pada tahun 12.572 ha. Penurunan terbesar terjadi pada PG Bone. Produksi tebu Sulawesi Selatan menunjukkan hasil yang berbeda dari 3 (tiga) pabrik gula dengan rata-rata produksi yang dihasilkan sebesar 54.487 ton. PG Bone menyumbang produksi tertinggi sebesar 24.614 ton. Hasil analisis trend terhadap produksi menunjukkan persamaan Y= 4184,2 x 45.934. tingkat korelasi antara produksi dan waktu sebesar 58,07%. Hal ini berarti bahwa perkembangan produksi tebu di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sebesar 58,07%. Sementara hasil perbandingan kinerja ketiga pabrik gula yang ada, menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , penelitian ini adalah untuk mengevaluasi padat penebaran yang optimal to meningkatkan pertumbuhan and kelangsungan hidup benih ikan mas ying dipelihara pada media sistem biofilter.
Abstract: Padat penebaran yang berbeda pada media pemeliharaan dapat mempengaruhi kebugaran, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas. Permasalahan yang berhubungan dengan padat penebaran benih ikan mas, dapat diminimalisir dengan sistem pemeliharaan benih ikan yang terintegrasi dengan tanaman biofilter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi padat penebaran yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas yang dipelihara pada media sistem biofilter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana sebanyak 195 ekor benih ikan mas berukuran 2-3 cm, digunakan pada media biofilter jenis berisi air 30 L. Setiap wadah diisi dengan tingkat padat penebaran yang berbeda, dimana perlakuan A, B, C dan D berturut-turut kepadatannya 10 ekor/30L air, 15 ekor/30L air, 20 ekor/30L air, dan 25 ekor/30L. Setiap perlakuan terdiri 3 kali ulangan, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Evaluasi pertumbuhan bobot mutlak, kelangsungan hidup dan panjang tanaman kangkung tidak berbeda nyata antar perlakuan (>0.05), sedangkan pertambahan panjang mutlak berbeda nyata antar perlakuan (<0.05). Perlakuan D menunjukan nila tertinggi pada pertumbuhan bobot mutlak (0.31 g), petambahan panjang mutlak (2.40 cm), dan kelangsungan hidup (81.33 %). Nilai tertinggi pada panjang tanaman kangkung ditemui pada perlakuan B (55.33 cm). Parameter kualitas air berada pada kisaran yang layak sebagai media hidup benih ikan mas. Hasil penelitian menunjukan penggunaan tanaman kangkung sebagai biofilter pada media hidup benih ikan mas mendukung performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas.

Journal ArticleDOI
TL;DR: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penggunaan jeruk pamelo and kulit buah naga ying terbaik pada pembuatan fruit leather pada Pemberian in this article .
Abstract: Fruit leather merupakan produk makanan hasil olahan puree buah yang dikeringkan dalam oven. Pemberian nama “leather” dikarenakan ketika puree buah dikeringkan, maka dihasilkan produk yang mengkilap dan memiliki tekstur seperti kulit. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan perbandingan terbaik jeruk pamelo (Citrus maxima) dengan penambahan kulit buah naga. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan penambahan jeruk pamelo dan kulit buah naga dengan 4 taraf perbandingan konsentrasi yaitu A1 ( 85% : 15%), A2 (65% : 35% ), A3 (45% : 55%), dan A4 ( 25% : 75%). Parameter pengujian yaitu kadar air, vitamin C, dan uji organoleptik yang meliputi tingkat tekstur, warna, aroma, dan rasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penggunaan jeruk pamelo dan kulit buah naga yang terbaik pada pembuatan fruit leather pada penelitian ini adalah 25% jeruk pamelo dan 75% kulit buah naga. Kadar air dan vitamin C fruit leather yang dihasilkan dengan menggunakan proporsi tersebut masing-masing adalah 14, 65% dan 47,17%. Fruit leather yang dibuat menggunakan bahan 25% jeruk pamelo dan 75% kulit buah naga memiliki karakteristik organoleptik meliputi tekstur cukup plastis, warna merah kekuningan, aroma cukup khas jeruk pamelo, dan citarasa cukup terasa jeruk pamelo.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , penelitian bertujuan mengevaluasi penggunaan pakan alami mikroalga Chlorella sp. dengan komposisi tunggal and gabungan, diberikan pada larva udang vaname, masing-masing dengan 3 kali ulangan.
Abstract: Penelitian bertujuan mengevaluasi penggunaan pakan alami mikroalga Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. yang diberikan secara tunggal dan kombinasi terhadap sintasan dan perkembangan larva udang vaname stadia zoea sampai mysis. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), sebagai perlakuan adalah pakan alami Chlorella sp. dan Thalasissira sp. dengan komposisi tunggal dan gabungan, diberikan pada larva udang vaname, masing-masing dengan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari Chlorella sp. 100% (A) Thalassiosira sp. 100% (B), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 50 % :50% (C), Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 25% : 75% (D) dan Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. 75% : 25% (E). Hewan uji adalah larva udang vaname stadia zoea 1 sampai mysis 3 dipelihara menggunakan wadah berupa ember dengan kapasitas 20 liter, dipelihara selama enam hari dan diberi pakan dengan dosis yang berbeda pada setiap perlakuan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali/hari. Parameter yang dikaji adalah perkembangan larva, sintasan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan larva udang vaname pada lima perlakuan komposisi pakan alami tidak menunjukkan adanya perbedaan. Lama waktu yang dicapai stadia zoea 1 sampai zoea 3 dicapai selama 3 hari. Stadia mysis 1 sampai mysis 3 berlangsung selama 3 hari. Sedangkan penggunan pakan alami Chlorella sp. dan Thalassiosira sp. secara tunggal atau kombinasi diperoleh sintasan terbaik pada perlakuan D yaitu 92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan alami Thalassiosira sp. secara tunggal maupun kombinasi dengan Chlorella sp dapat mempercepat perkembangan dan meningkatkan sintasan larva udang vaname lebih tinggi dibandingkan dengan Chlorella sp secara tunggal.