scispace - formally typeset
Search or ask a question

Showing papers in "Indonesian Journal of Oceanography in 2022"


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , the authors sudah dilakukan mitigasi yaitu dengan membangun tanggul setinggi 3 meters, dengan dengan nilai error sebesar 7.46%.
Abstract: Banjir rob merupakan bencana yang banyak terjadi di daerah pesisir Pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pekalongan yang diakibatkan karena adanya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah. Banjir rob di Kabupaten Pekalongan ini sudah dilakukan mitigasi yaitu dengan membangun tanggul setinggi 3 meter. Adanya kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah menyebabkan tanggul ini akan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa spasial area genangan rob tahun 2020 sampai 2030 setelah dibangunnya tanggul, dan memprediksi tanggul dapat menahan genangan rob sampai genangan tersebut melewati batas ketinggian dari tanggul dalam tahun 2020 sampai 2030. Data pengukuran ketinggian tanggul didapatkan menggunakan alat ukur meteran. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode least square untuk pengolahan pasang surut, metode regresi linier untuk pengolahan kenaikan muka air laut, metode InSAR untuk pengolahan data topografi muka tanah, metode DInSAR untuk pengolahan penurunan muka tanah, dan metode analisis spasial untuk mengetahui luas genangan banjir rob. Hasil data pengukuran ketinggian tanggul memiliki nilai antara 2,6 sampai 2,9 meter dengan nilai error sebesar 7,46%. Hasil pengolahan pasang surut didapatkan nilai HHWL sebesar 203,36 cm dan MSL sebesar 161,25 cm dengan tipe pasang surut condong harian ganda. Nilai kenaikan muka laut sebesar 6,81 mm/tahun. Nilai topografi muka tanah sebesar 0 sampai 5,96 meter. Nilai penurunan muka tanah sebesar 25,13 sampai 40,49 cm/tahun. Luas genangan banjir rob tahun 2020 sebesar 1081,93 hektar dan diprediksi semakin meluas menjadi 7389,47 hektar tahun 2030 dan tanggul diprediksi seluruhnya tenggelam.

2 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan ying memiliki wilayah pesisir di bagian utara dengan garis pantai sepanjang 13 km as discussed by the authors .
Abstract: Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki wilayah pesisir di bagian utara dengan garis pantai sepanjang 13 km. Perairan Kota Semarang sendiri merupakan perairan terbuka yang berhubungan dengan Laut Jawa, dan sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti angin, musim, cuaca, dan pasang surut yang berasal dari luar laut terbuka dan dipastikan akan selalu terkena dampak dari kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut merupakan salah satu ancaman terbesar yang diakibatkan oleh pemanasan global. Dengan adanya penurunan muka tanah di wilayah pantai Kota Semarang semakin memperparah dampak yang diakibatkan oleh kenaikan muka laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap kenaikan muka air laut di Perairan Semarang dan besar fluktuasi muka air lautnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Analisis perhitungan laju kenaikan muka air laut menggunakan statistika regresi sederhana dengan Software Microsoft Excell. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat pola hubungan antara perubahan iklim dengan kenaikan muka laut, yaitu berupa naiknya suhu udara sebesar 0,003oC setiap tahunnya yang berbanding lurus dengan muka air laut yang naik sebesar 0,022 cm/tahun pada periode tahun 2011-2019.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah ying mengalami berbagai permasalahan pesisir ying cukup parah as discussed by the authors .
Abstract: Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah yang mengalami berbagai permasalahan pesisir yang cukup parah. Erosi dan abrasi pantai menjadi fenomena yang terus terjadi selama 20 tahun terakhir. Perairan Sayung merupakan salah satu daerah yang mengalami erosi dan abrasi pantai dengan wilayah yang dilintasi banyak nelayan. Perubahan wilayah pesisir akibat permasalahan tersebut memicu berbagai dampak buruk bagi wilayah tersebut, seperti, kehilangan daerah pesisir, tambak, bahkan mangrove. Aktivitas penebangan hutan mangrove, penambangan pasir, tingginya fenomena gelombang dan pasang surut air laut yang juga memicu adanya erosi dan abrasi pantai. Akibat hal tersebut, angkutan sedimen yang berpindah akan membuat berubahnya garis pantai dan pengikisan wilayah daratan pantai. Penurunan kualitas pesisir akan berpengaruh signifikan jika erosi pantai dalam jangka panjang tidak segera diatasi dan akan membuat masukan sedimen dari sungai juga tidak seimbang akan berpotensi kerugian yang lebih besar. Penerapan hybrid engineering dengan metode ramah lingkungan menjadi solusi berbasis ekosistem, karena mampu mengembalikan substrat lumpur sebagai tempat tumbuhnya mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur hybrid engineering permeable yang dapat meningkatkan laju sedimentasi di Perairan Sayung. Pengambilan data lapangan dilakukan selama 10 bulan dengan metode purposive sampling. Analisis laju sedimentasi yang dihasilkan yakni berkisar antara 0,64 – 3,61 cm/bulan. Meningkatnya laju sedimentasi menunjukkan adanya struktur hybrid engineering yang bekerja secara efektif yang didukung dengan adanya hubungan faktor oseanografi yaitu gelombang dan pasang surut.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Pasang surut dibangkitkan secara primer oleh gaya gravitasi antara bumi dengan bulan dan matahari as mentioned in this paper .
Abstract: Pasang surut dibangkitkan secara primer oleh gaya gravitasi antara bumi dengan bulan dan matahari. Matahari berperan penting dalam membangkitkan pasang surut air laut. maka dari itu, pengaruh gerhana matahari cincin 26 Desember 2019 terhadap pasang surut di analisis dari stasiun pengukur pasang surut dengan interval waktu satu jam dari Badan Informasi Geospasial. Perairan Semarang (Jawa Tengah) dipilih untuk mengamati dampak gerhana matahari cincin yang merupakan jalur lintas tidak langsung dari gerhana matahari cincin. Data pasang surut diolah dengan dua metode yaitu metode admiralty dan metode least square selama 2 periode untuk membandingkan data elevasi pada periode sebelum terjadinya gerhana matahari cincin yaitu tanggal 11 November 2019 – 10 Desember 2019 dan periode saat terjadinya gerhana matahari cincin yaitu tanggal 11 Desember 2019 – 09 Januari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen pembangkit pasang surut saat terjadi gerhana matahari cincin adalah komponen J1 dengan nilai signifikan senilai 0.865 ; ETA2 dengan nilai signifikan senilai 0.024 ; 3MK7 dengan nilai signifikan senilai 0,087 ; M8 memiliki nilai signifikan senilai 0,021. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat gerhana matahari berpengaruh terhadap elevasi kedudukan muka laut dengan nilai signifikan sebesar 0.012 dan pengaruh terhadap nilai formzahl dengan nilai signifikan sebesar 0.02 dimana H0 < 0.025.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Sungai Sengkarang merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Pekalongan ying alirannya membawa limbah rumah tangga maupun limbah industri dari aktivitas warga sekitar as mentioned in this paper .
Abstract: Sungai Sengkarang merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Pekalongan yang alirannya membawa limbah rumah tangga maupun limbah industri dari aktivitas warga sekitar. Limbah tersebut banyak berkontribusi terhadap masukan nutrien ke dalam perairan, salah satunya adalah fosfat. Di perairan muara, fosfat akan didistribusikan oleh pengaruh pasang surut. Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan konsentrasi fosfat dimana fosfat merupakan salah satu unsur yang memberikan efek terhadap kesuburan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa model pola sebaran konsentrasi fosfat di muara Sungai Sengkarang oleh pengaruh arus pasang dan surut menggunakan pendekatan model matematika 2 dimensi. Penelitian ini dibagi dalam dua proses pengolahan data yaitu tahap pengambilan sampel lapangan dan pemodelan menggunakan software Delft3D. Tahap pemodelan distribusi fosfat menggunakan modul hidrodinamika flow untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut, kemudian dilanjutkan simulasi model sebaran fosfat. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi fosfat di Muara Sungai Sengkarang memiliki range nilai antara 2,9x10-3 – 3,9 x 10-3 mg/L. Pola sebaran konsentrasi fosfat searah dengan pergerakan pola arus yang terjadi di perairan baik pada kondisi pasang maupun surut.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , a penelitian diperoleh bahwa Perairan Mangunharjo didominasi oleh ukuran butir pasir, lanau, and lempung ying tersebar pada kedalaman 1 - 5 meters.
Abstract: Perairan Mangunharjo merupakan perairan yang terletak di Kota Semarang dan banyak dijadikan sebagai tempat pusat berbagai kegiatan vital seperti perumahan penduduk, pertambakan, rekreasi dan tak kalah penting sarana perhubungan. Dinamika pesisir yang terjadi di Perairan Mangunharjo yaitu sedimentasi dan abrasi menjadi permasalahan yang sering terjadi. Penanganan dinamika pantai memerlukan kajian terkait sedimen dasar perairan untuk memperoleh solusi yang tepat terhadap permasalahan. Target yang ingin diperoleh dari studi ini untuk mengetahui pengaruh dari faktor oseanografi seperti arus, gelombang, angin, pasut dan lainnya terhadap pola sebaran sedimen dasar. Data penelitian yang digunakan berupa data sedimen dasar sebagai data pengukuran lapangan, sementara untuk data arus laut, gelombang laut, angin, pasang surut, batimetri, debit sungai bersumber data sekunder. Pengolahan data sedimen dasar menggunakan metode granulometri, pengolahan data gelombang dan angin menggunakan metode SMB dan data pasang surut diolah dan dianalisa menggunakan metode admiralty. Hasil penelitian diperoleh bahwa Perairan Mangunharjo didominasi oleh ukuran butir pasir, lanau, dan lempung yang tersebar pada kedalaman 1 - 5 meter. Persentase sebaran sedimen dengan jenis lempung lebih besar di setiap stasiun. Faktor oseanografi yaitu arus, gelombang dan pasang surut memiliki pengaruh terhadap persebaran dan jenis sedimen. Arus adalah faktor oseanografi yang paling berpengaruh terhadap sebaran sedimen dasar perairan Mangunharjo.

1 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the authors dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai kecepatan and arah dari longshore current serta pengaruhnya terhadap transpor sedimen dasar di Pantai Slamaran.
Abstract: Arus sejajar pantai akan mengakibatkan terangkutnya sedimen dasar dari pesisir pantai dan akan berpotensi menjadi penyebab terjadinya erosi maupun sedimentasi di Pantai Slamaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai kecepatan dan arah dari longshore current serta pengaruhnya terhadap transpor sedimen dasar di Pantai Slamaran. Metode yang dipakai pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dimana peramalan gelombang dihitung menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) dengan inputan data angin tahun 2010 – 2020 memakai aplikasi easywave dan nilai transpor sedimen dihitung menggunakan persamaan empiris yang berdasar kepada kondisi gelombang pada daerah penelitian. Persamaan tersebut merupakan korelasi antara transpor sedimen dengan komponen fluks energi gelombang sepanjang pantai. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kecepatan arus sejajar pantai (longshore current) di Pantai Slamaran berkisar pada 0,67 – 1,20 m/s dengan arah arus menuju arah barat dari arah timur menyusuri pantai pada musim timur, peralihan 1 dan peralihan 2. Sedangkan pada musim barat, arah arus bergerak menuju arah timur dari arah barat menyusuri pantai. Arus sejajar pantai tersebut menyebabkan terjadi potensi transpor sedimen sebesar 1.059,75 m3/hari sampai dengan 2.779,52 m3/hari dan angkutan sedimen per tahun berkisar pada 386.837,77 m3/tahun sampai dengan 1.014.595,58 m3/tahun.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , a study was conducted to determine how big the concentration of heavy metal Pb and its correlation with sediment base in Banjir Kanal Timur Semarang.
Abstract: Padatnya aktifitas industri pada suatu wilayah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran logam berat. Salah satu jenis logam berat tersebut adalah timbal (Pb). Logam berat Pb di suatu perairan umumnya berasal dari aktifitas transportasi, dimana hal tersebut terkandung dalam bahan bakar sebagai anti pemecah minyak yang kemudian di lepaskan ke atmosfir melalui alat pembuangan asap yang kemudian terlarut dalam laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi logam berat Pb dan keterkaitannya dengan sedimen dasar di Perairan Banjir Kanal Timur Semarang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai konsentrasi logam berat tertinggi sebesar 31,35 ppm dan konsentrasi logam berat di sedimen nilainya sangat dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen, Kata kunci: Logam Berat, Pb (Timbal), Sedimen Dasar, Banjir Kanal Timur, Semarang The density of industrial activity in an area is possible to make heavy metal pollution, which one of it is lead (Pb). One type of heavy metal is lead (Pb). Heavy metal Pb in waters generally comes from transportation activities, where it is contained in fuel as an anti-oil breaker which is then released into the atmosphere through a smoke exhaust device which is then dissolved in the sea. The purpose of this study was to determine how big the concentration of heavy metal Pb and its correlation with sediment base in Banjir Kanal Timur Semarang. Based on the research that has been done, the highest value of heavy metal concentration is 31.35 ppm and the concentration of heavy metals in the sediment is strongly influenced by the grain size of the sediment. Keywords: Heavy Metal, Pb (lead), Sediment Base, Banjir Kanal Timur Semarang

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , a 2D hydrodynamics modeling approach was used using Mike 21 software with several modules such as the hydroynamics module for flow modeling and Mud Transport for suspended solids modeling.
Abstract: Perairan Karimunjawa khususnya pada perairan Pulau Menjangan Besar memiliki fungsi yang penting bagi masyarakatnya seperti jalur pelayaran kapal, perikanan, dan wisata. Oleh karena itu harus adanya pengawasan terkait kualitas air salah satunya adalah material padatan tersuspensi. Sampel material padatan tersuspensi diambil secara langsung dilapangan dengan beberapa parameter lainnya seperti batimetri dan arus. Untuk mengetauhi pola sebaran material padatan tersuspensi dilakukan dengan pendekatan model hidrodinamika 2D menggunakan perangkat lunak Mike 21 dengan beberapa modul seperti modul Hidrodinamika untuk pemodelan arus dan Mud Transport untuk pemodelan material padatan tersuspensi. Model ini mensimulasikan sebaran material padatan tersuspensi selama periode 1 bulan. Verifikasi hasil model untuk arus dalam arah u dan v mendapat besaran 7,9% dan 6,1 % untuk arus. Hasil pemodelan didapatkan bahwa material padatan tersuspensi tersebar mengikuti pola arus pasang surut. Saat kondisi pasang material padatan tersuspensi akan bergerak mendekati daratan dan berkumpul sementara, sebaliknya pada saat surut material padatan tersuspensi akan tersebar diperairan dan bergerak kearah perairan terbuka.Kata kunci: Material Padatan Tersuspensi, Karimunjawa, Pola Sebaran, Mud Transport Abstract Karimunjawa waters have important functions for its people, such as shipping lanes, fisheries, and tourism. Therefore, there must be monitoring related to water quality, one of which is suspended solids. Suspended solid material is a very small sediment (suspended) that floats in the water column. Samples of suspended solids were taken directly in the field with several other parameters such as bathymetry and current. To find out the distribution pattern of suspended solids, a 2D hydrodynamics modeling approach was used using Mike 21 software with several modules such as the Hydrodynamics module for flow modeling and Mud Transport for suspended solids modeling. This model simulates the distribution of suspended solids over a period of 1 month. Verification of the current model in derection of u dan v results is 7.9% and 6.1% for current. The modeling results show that the suspended solids are dispersed following the current pattern in the waters and tidal currents are the main factor in the distribution of suspended solids.Keywords: Total Suspended Sediment, Karimunjawa, Distribution Pattern, Mud Transport

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas and sebaran 137Cs pada air laut and sedimen, serta men getahui nilai koefisien distribusi 137Cs.
Abstract: Radiocesium berada di lingkungan laut berasal dari jatuhan atmosferik (global fallout) akibat dari kecelakaan PLTN di Chernobyl dan Fukushima pada tahun 1986 dan 2011 lalu. Radionuklida 137Cs memiliki sifat konservatif sehingga dapat menyebar hingga ke perairan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas dan sebaran 137Cs pada air laut dan sedimen, serta mengetahui nilai koefisien distribusi 137Cs. Sampel air dan sedimen dikumpulkan dari perairan Muara Cisadane, Teluk Jakarta. Aktivitas 137Cs diukur menggunakan Spektrometer Gamma HPGe Canberra 3000 di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional dengan aktivitas 137Cs pada sampel air yaitu berkisar antara 0.30-1.12 Bq.l-1, dan 137Cs pada sampel sedimen berkisar antara 0.60-1.22 Bq.kg-1. Konsentrasi koefisien distribusi 137Cs yang berkisar antara 0.65-3.40 L.kg-1 dengan rata-rata 1.401 L.kg-1.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the effect of waves on sediment transport and to identify the magnitude of the sedimentation rate caused by sea waves caused by wind at Komodo Beach, Tegal City, Malaysia.
Abstract: Bangunan pelindung pantai berupa groin yang terdapat pada Pantai Komodo yaitu memiliki fungsi sebagai penahan aktivitas transport sedimen yang terjadi pada sepanjang pantai sehingga dapat meminimalisir terjadinya abrasi yang telah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis pengaruh gelombang laut terhadap angkutan sedimen serta mengidentifikasi besaran laju sedimentasi yang disebabkan olah gelombang laut yang disebabkan oleh angin di Pantai Komodo Kota Tegal. Data utama yang digunakan yaitu data laju sedimentasi yang diambil menggunakan sedimen trap dan data gelombang lapangan yang diambil menggunakan ADCP sedangkan untuk data pendukung yaitu data angin selama 11 tahun yang diperoleh dari Ogimet dan Peta RBI Kota Tegal. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan dengan metode Purposive Sampling yang mewakili kondisi secara keseluruhan daerah dan memperhatikan kemudahan pencapaian. Hasil yang diperoleh Gelombang pada Musim Barat datang dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 35,520o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 1,109 m/dt, pada Musim Peralihan 1 yaitu dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,081o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,322 m/dt, pada Musim Timur arah gelombang datang dominan dari Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 15,355o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt, sedangkan untuk Musim Peralihan 2 dari arah Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,041o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,320 m/dt. Transpor sedimen terbesar terjadi pada Musim Barat sebesar 1307,421 m3/hari, sedangkan terkecil terjadi pada Musim Peralihan 2 sebesar 230,310 m3/hari dan laju sedimentasi terjadi pada groin yang berkisar dari 9,049 gr/m2/hari – 21,527 gr/m2/hari dengan jenis sedimen yaitu pasir.Kata kunci : arus sejajar pantai, laju sedimentasi, transport sedimen, groin dan Pantai Komodo. Coastal protection buildings in the form of groin found on Komodo Beach have a function as a barrier to sediment transport activities that occur along the coast so as to minimize the occurrence of abrasion that has occurred. The purpose of this study is to calculate and analyze the effect of waves on sediment transport and to identify the magnitude of the sedimentation rate caused by sea waves caused by wind at Komodo Beach, Tegal City. The main data used are sedimentation rate data taken using sediment traps and field wave data taken using the Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) while for supporting data, namely wind data for 11 years obtained from Ogimet and the RBI Map of Tegal City. Determination of the location of observations is done based on conditions that can represent the overall condition of the area and pay attention to the ease of achievement. The results obtained from the waves in the West Season come from the North West by forming a breaking wave angle of 35,520° and the current speed along the coast is 1,109 m/s, in Transition Season 1 that is from the North West direction by forming a breaking wave angle of 9,081° and the current velocity along the coast is 0,322 m/s, in the East Season the direction of the incoming waves is dominant from the North East by forming a breaking wave angle of 15,355° and the current velocity along the coast is 0,645 m/s, while for Transitional Season 2 from North East direction by forming a breaking wave angle of 9,041° and the current velocity along the coast of 0,320 m/s. The largest sediment transport occurred in the West Season of 1307,421 m3/day, while the smallest occurred in Transitional 2 Season of 230,310 m3/day and the sedimentation rate occurred on the the groin which ranged from 9,049 gr/m2/day - 21,527 gr/m2/day with the type of sediment, which is sand.Keywords : longshore current, sedimentation rate, sediment transport, groin and Komodo Beach

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , a metode kuantitatif and peramalan gelombang menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretsceneider) dengan inputan data angin dari Desember 2010- November 2020 memakai aplikasi easywave yang kemudian nilai transport sedimen dihitung dengan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombeng.
Abstract: Gelombang pecah di perairan dapat membangkitkan longshore current yang mengangkut partikel sedimen di pesisir pantai dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya erosi di sekitaran pantai Perairan Teluk Awur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan kecepatan dari arus sejajar pantai dan pengaruhnya terhadap transport sedimen dasar di Perairan Teluk Awur. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan untuk peramalan gelombang menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretsceneider) dengan inputan data angin dari Desember 2010 – November 2020 memakai aplikasi easywave yang kemudian nilai transport sedimen dihitung dengan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tinggi gelombang pecah (Hb) berkisar antara 0,10 – 0,58 meter dengan kedalaman gelombang pecah (db) berkisar antara 0,09 – 0,52 meter. Kecepatan longshore current di Perairan Teluk Awur berkisar 0,54 – 1,31 m/s dengan arah arus dari utara menuju selatan menyusuri pantai. Dominasi jenis sedimennya adalah pasir, dengan potensi angkutan sedimen berkisar 1.307,19 – 48.936,73 m3/tahun atau3,58 – 134,06 m3/ hari.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , Lapisan armour cylinder concrete merupakan salah satu inovasi lapisan pelindung ying mempunyai beberapa kelebihan yaitu proses pembuatan and perencanan mudah and cepat and dapat mengurangi koefisien refleksi didepan breakwater sehingga dapet menjaga struktur breakwater.
Abstract: Vertical Breakwater merupakan salah satu bangunan pantai yang dapat digunakan untuk melindungi pantai dari erosi maupun abrasi. Vertical breakwater sering kali mengalami kerusakan dan kegagalan struktur yang disebabkan oleh hantaman gelombang yang mengenai bangunan sehingga perlu ditambahkannya lapisan armour, salah satunya cylinder concrete. Lapisan armour cylinder concrete merupakan salah satu inovasi lapisan pelindung yang mempunyai beberapa kelebihan yaitu proses pembuatan dan perencanan mudah dan cepat dan dapat mengurangi koefisien refleksi didepan breakwater sehingga dapat menjaga struktur breakwater. Uji model fisik dilakukan untuk mengetahui pengaruh armour cylinder concrete terhadap koefisien refleksi gelombang (Kr). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh diberikannya armour terhadap koefisien refleksi gelombang, Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode eksperimental dimana penelitian dilakukan dalam skala laboratorium yaitu menggunakan skala 1:30 dengan gelombang yang dibangkitkan jenis gelombang regular. Pengambilan data dilakukan pada wave flume dengan menggunaan variasi kedalaman air (d) dan periode gelombang(T). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panjang gelombang (L), tinggi gelombang datang (Hi), kecuraman gelombang (Hi/L). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil berupa perbandingan pengaruh diberikannya lapisan armour cylinder concrete terhadap koefisien refleksi gelombang. Penambahan lapisan armour cylinder concrete mengakibatkan perubahan kondisi gelombang didepan breakwater yaitu gelombang mengalami perubahan kecepatan, panjang dan kecuraman gelombang sehingga mengakibatkan penurunan tinggi gelombang refleksi dan berakibat pada penurunan koefisien refleksi yang dihasilkan. Lapisan armour mampu meredam koefisien refleksi terbaik yaitu sebesar 33% dan redaman terendah sebesar 18%. Efektivitas redaman koefisien refleksi oleh armour cylinder concrete akan semakin menurun dengan berkurangnya periode gelombang (T) dan meningkatnya kedalaman perairan (d). Lapisan armour cylinder concrete dapat digunakan untuk melindungi stuktur dari vertical breakwater dengan meredam koefisien refleksi gelombang akan tetapi kestabilan lapisan armour perlu dilakukan penelitian selanjutnya.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui nilai konsentrasi and pola sebaran spasial fosfat terlarut serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan seperti pH, kedalaman, suhu, and oksigen terlurut.
Abstract: Perairan Wiso, Ujungbatu, Jepara dipengaruhi oleh berbagai aktivitas masyarakat disekitarnya, seperti pertambakan, aktivitas perahu nelayan dan pemukiman yang padat penduduknya. Adanya dua muara yaitu Wiso dan Sampok, juga berdampak terhadap masukkan unsur-unsur kimia ke perairan termasuk nutrien, yang berpengaruh terhadap tingkat kesuburan perairan. Salah satu unsur hara penting yang mempengaruhi kesuburan perairan yaitu ion fosfat (PO4-). Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui nilai konsentrasi dan pola sebaran spasial fosfat terlarut serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan seperti pH, kedalaman, suhu dan oksigen terlarut. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik stasiun. Ion fosfat dianalisis dengan metode ascorbit-molybden biru dan nilai absorbansinya dibaca menggunakan spektrofotmeter Optima pada panjang gelombang 885 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Wiso memiliki konsentrasi fosfat antara 0,023 – 0,598 μmol/l. Pola sebaran memperlihatkan nilai tinggi di perairan pantai dan secara perlahan-lahan menurun dengan bertambahnya jarak dari daratan. Hasil analisis menggunakan PCA memperlihatkan bahwa ion fosfat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu dan kedalaman. Bertambahnya kedalaman menyebabkan terjadinya penurunan ion fosfat dan sebaliknya ion fosfat ditemukan lebih tinggi pada wilayah dengan suhu lebih hangat.

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , the effect of wind speed and direction on the distribution of radionuclides in the waters around a power plant was investigated, and the results showed that the current velocity around the waters of Muara Karang power plant at the highest tide in June 2021 ranged from 0.03-0.19m/s and at low tide it ranged 0.15 m/s.
Abstract: Arus dan angin merupakan parameter fisika oseanografi yang dapat dijadikan sebagai indikator persebaran senyawa kimia, khususnya radionuklida di perairan. Arus di perairan sekitar PLTU yang terletak di perairan Teluk Jakarta didominasi oleh pengaruh pasang surut. Adanya PLTU menghasilkan fly ash yang sebarannya terbawa angin dan kemudian memasuki perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana arus pasang surut dan arah angin mempengaruhi persebaran NORM (Naturally Occuring Radioactive Material) di sedimen yang merupakan bahan radioaktif yang terdapat di bumi secara alami dan mengalami peningkatan akibat aktivitas PLTU. Pemodelan arus pasang surut di verifikasi dengan data observasi BIG serta kecepatan dan arah angin di interpretasikan menggunakan windrose. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan arus di sekitar perairan PLTU Muara Karang pada saat pasang tertinggi di bulan Juni 2021 berkisar antara 0,03-0,19 m/s dan saat surut terendah berkisar 0–0,15 m/s. Arus dengan kecepatan dibawah 0,5 m/s tidak berpengaruh secara langsung terhadap sebaran radionuklida di sekitar perairan PLTU, tetapi tidak menutup kemungkinan bila dalam jangka waktu yang lama arus dapat menggerakkan sedimen. Kecepatan arus yang semakin besar ke arah lepas pantai akan mempengaruhi proses difusi dan adveksi. Arah angin dominan berkontribusi pada persebaran NORM yang berada di barat laut-utara PLTU, karena kekuatan anginnya hanya terpusat di sekitar PLTU sehingga mengakibatkan konsentrasi maksimum diperoleh di dekat cerobong asap.Kata kunci: Arus pasang surut, angin, sedimen, sebaran NORM, PLTU Muara Karang AbstractCurrents and winds are oceanographic physical parameters that can be used as indicators of the distribution of chemical compounds, especially radionuclides in waters. Currents in the waters around the power plant located in the waters of Jakarta Bay are dominated by tidal influences. The existence of power plant produces fly ash which is scattered by the wind and then enters the waters. The aim of the research was to determine the extent to which tidal currents and wind direction affect the distribution of NORM (Naturally Occuring Radioactive Material) in sediments which are radioactive materials found on earth naturally and have increased due to power plant activity. Tidal current modeling was verified with BIG observation data and wind speed and direction were interpreted using windrose. The results showed that the current velocity around the waters of Muara Karang power plant at the highest tide in June 2021 ranged from 0.03-0.19 m/s and at low tide it ranged 0–0.15 m/s. Currents with velocities below 0.5 m/s have no direct effect on the distribution of radionuclides around the waters of the power plant, but it is possible if the currents can move sediment for a long time. The higher the current velocity offshore will affect the diffusion and advection processes. The dominant wind direction contributes to the distribution of NORM which is in the northwest-north of the power plant, because the wind strength is only concentrated around the power plant so that the maximum concentration is obtained near the chimney.Keywords : Tidal current, wind, sediment, NORM distribution, Muara Karang power plant

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , a 2D hydrodynamic approach was used to determine the relationship between bottom sediment and ocean currents at the Loji River Estuary, Pekalongan, Malaysia.
Abstract: Muara Sungai Loji merupakan salah satu muara sungai yang mempengaruhi sedimentasi Pantai Pekalongan, dimana muara ini digunakan sebagai jalur lalu lintas kapal. Hal tersebut dapat menimbulkan pendangkalan yang bisa mengurangi kedalaman laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sedimen dasar dengan pola arus laut di Muara Sungai Loji, Pekalongan. Sampel sedimen dasar diambil menggunakan sedimen grab dan pengambilan data arus menggunakan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Pemodelan arus menggunakan pendekatan hidrodinamika 2D, dengan software MIKE21. Sementara itu sampel sedimen diolah menggunakan metode pengayakan dan pemipetan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ukuran butir sedimen dasar yang ditemukan berupa pasir, lanau pasiran, dan lanau. Pola arus hasil pemodelan arus didapatkan kecepatan arus pada kondisi pasang yaitu 0,096 m/s, surut menuju pasang sebesar 0,18 m/s, surut terendah sebesar 0,13 m/s, dan pasang menuju surut sebesar 0,15 m/s. Arus laut mempengaruhi distribusi sedimen dasar dimana kecepatan arus yang lebih kecil akan mengendapkan sedimen dengan ukuran halus seperti di daerah sebelah timur muara, sedangkan di sebelah barat muara terdapat arus lebih tinggi sehingga mengendapkan sedimen lebih kasar karena ukuran sedimen yang halus mengalami tersuspensi. Kata kunci: Pola Arus, Sedimen Dasar, Ukuran Butir Sedimen, Muara Sungai Loji Abstract The estuary of the Loji River is one of the river estuaries that affects the sedimentation of Pekalongan Beach, where this estuary is used as a ship traffic lane. This can cause siltation which can reduce the depth of the sea. This study aims to determine the relationship between bottom sediment and ocean currents at the Loji River Estuary, Pekalongan. The bottom sediment samples were taken using a sediment grab and the current data collection using the ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). The current modeling uses a 2D hydrodynamic approach, using MIKE21 software. Meanwhile, sediment samples were processed using sieving and pipetting methods. The results of this study indicate that the grain size of the basic sediment found in the form of sand, sandy silt, and silt. The current pattern of the current modeling results obtained that the current velocity at high tide is 0.096 m/s, low tide is 0.18 m/s, lowest ebb is 0.13 m/s, and high tide is 0.15 m/s. Ocean currents affect the distribution of bottom sediments where a smaller current velocity will deposit fine-sized sediments such as in the east of the estuary, while in the west of the estuary there are higher currents so that coarser sediments are deposited because the finer sediments are suspended. Keywords: Current Pattern, Base Sediment, Sediment Grain Size, Loji River Estuary

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the authors used a quantitative descriptive method to estimate the level of fertility of a waters using Sentinel 3 imagery, which showed that the concentration of chlorophyll-a was between 1.78 and 4.28 mg/m3.
Abstract: Peningkatan pemanfaatan lahan seperti pertanian, pertambakan, perikanan, pemukiman, dan industi terjadi di sepanjang sungai bodri. Peningkatan tersebut mempengaruhi tingkat kesuburan perairan. Tingkat kesuburan pada suatu perairan dapat dilihat dari konsentrasi klorofil-a. Pendugaan konsentrasi klorofil-a di perairan perlu menggunakan metode yang lebih efektif, salah satunya menggunakan citra Sentinel 3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola kesesuaian dan akurasi klorofil-a citra sentinel 3 dengan data insitu, serta keterkaitannya dengan kualitas air di perairan muara Sungai Bodri. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi klorofil- a berkisar 1,78 mg/m3 – 4,28 mg/m3, dan hasil pengolahan data citra Sentinel 3 menghasilkan konsentrasi klorofil- a berkisar 1,85 mg/m3 – 5,3 mg/m3. Pola distribusi konsentrasi klorofil- a data insitu dan citra Sentinel 3 menunjukkan pola yang relatif sama, yaitu konsentrasi klorofi-a tertinggi di wilayah muara sungai Bodri dan semakin rendah ke arah laut. Konsentrasi klorofil-a citra lebih besar dibandingkan hasil insitu diduga dikarenakan penggunaan algoritma C2RCC yang sangat dipengaruhi oleh data dari simulasi reflektan pancaran air serta radian dari ToA, sehingga dengan kondisi perairan yang keruh, menyebabkan reflektan yang diterima sensor di artikan sebagai fitoplankton oleh algoritma C2RCC, dan menyebabkan tingginya konsentrasi klorofil-a yang didapat. Nilai korelasi konsentrasi klorofil-a insitu dan klorofil-a citra sebesar r = 0,935, menunjukkan bahwa korelasi tersebut memiliki hubungan yang sangat kuat. Hasil uji Root Mean Square Error (RMSE) menunjukkan data citra Sentinel 3 memiliki hasil yang akurat (RMSE = 0,566 mg/m3, R2 = 0.875 dan r = 0.935).Kata kunci : Klorofil- a, Sentinel 3, RMSE, Muara Sungai BodriAbstractIncreased land use such as agriculture, aquaculture, fisheries, settlements, and industry occurred along the Bodri River. This increase affects the level of water fertility. The level of fertility of a waters can be seen from the concentration of chlorophyll-a. Estimating the concentration of chlorophyll-a in waters needs to use a more effective method, one of which uses Sentinel 3 imagery. Bodri. This research uses a quantitative descriptive method. The results showed that the concentration of chlorophyll-a was between 1.78 mg/m3 – 4.28 mg/m3, and the results of image data processing Sentinel 3 produced chlorophyll- a concentrations ranging from 1.85 mg/m3 – 5.3 mg/ m3. The distribution pattern of chlorophyll- a concentration data in situ and Sentinel 3 image shows a relatively similar pattern, the highest chlorophyll-a concentration in the estuary area of the Bodri river and lower towards the sea. The concentration of chlorophyll-a in the image is greater than the in situ results, presumably due to the use of the C2RCC algorithm which is strongly influenced by the simulation data of the reflectance of water jets and radians from ToA, so that the water conditions are cloudy, the reflectance received by the sensor is interpreted as phytoplankton by the C2RCC algorithm, and resulted in the high concentration of chlorophyll-a obtained. The correlation value of in situ chlorophyll-a concentration and chlorophyll-a image is r = 0.935, indicating that the correlation has a very strong relationship. The results of the Root Mean Square Error (RMSE) test show that Sentinel 3 image data has accurate results (RMSE = 0.566 mg/m3, R2 = 0.875 and r = 0.935).Keywords : Chlorophyll- a, Sentinel 3, RMSE, Bodri River Estuary

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the effect of ENSO and IOD on the distribution of SST and chlorophyll-a in the upwelling period in the Banda Sea was determined.
Abstract: Laut Banda merupakan suatu perairan yang memiliki bentuk seperti cekungan (basin). Laut ini memisahkan paparan sunda di sebelah barat dan paparan sahul di sebelah timur. Laut Banda memiliki karakteristik oseanografi yang sangat menarik karena sebagai jalur perlintasan ARLINDO. Variabilitas iklim ENSO dan IOD memiliki keterkaitan terhadap SPL dan klorofil-a. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ENSO dan IOD terhadap distribusi SPL dan klorofil-a pada periode upwelling di Laut Banda. Penelitian ini menggunakan data suhu permukaan laut dari OISST, data klorofil-a dari OC-CCI, data kecepatan angin dari ASCAT, data indeks DMI dan data indeks ONI.Data-data tersebut diolah dengan metode komposit menggunakan bahasa pemrograman IDL (Interactive Data Language). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data 14 tahun dari Januari 2007-Desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada fenomena El-Niño dan IOD Negatif di Laut Banda menimbulkan SPL rendah dan klorofil-a tinggi. Penurunan anomali SPL berkisar -0,5 oC sampai -1,5 oC dan peningkatan anomali klorofil-a sebesar 0,1 mg/m3 hingga 0,5 mg/m3. Pada saat El-Niño dan IOD Negatif menjadi puncak terjadinya upwelling di Laut Banda. Pada fenomena La-Niña dan IOD Negatif SPL mengalami peningkatan dan klorofil-a menurun. Kenaikan SPL berkisar 0,1 oC sampai 2 oC dan terjadinya penurunan anomali klorofil-a -0,1 mg/m3 hingga -0,4 mg/m3. Pada saat La-Niña dan IOD Negatif menjadi upwelling terendah di Laut Banda.Kata kunci: SPL, Klorofil-a, ENSO, IOD, Laut Banda AbstractThe Banda Sea is a water that has a shape like a basin (basin). This sea distinguishes the Sunda shelf in the west and the sahul shelf in the east. The Banda Sea has a very interesting oceanographic characteristics because it is an Indonesian Throughflow crossing route. ENSO and IOD climate variability are related to SST and chlorophyll-a. The purpose of this study was to determine the effect of ENSO and IOD on the distribution of SST and chlorophyll-a in the upwelling period in the Banda Sea. This study uses sea surface temperature data from OISST, chlorophyll-a data from OC-CCI, wind speed data from ASCAT, DMI index data and ONI index data. The data is processed by a composite method using the IDL (Interactive Data Language) programming language. The data used in this study are 14 years of data from January 2007-December 2020. The results of this study indicate that the El-Niño and Negative IOD phenomena in the Banda Sea cause a low SST and a high chlorophyll-a. The decrease in SST anomaly ranged from -0.5 oC to -1.5 oC and the increase in chlorophyll-a anomaly ranged from 0.1 mg/m3 to 0.5 mg/m3. The time of El-Niño and Negative IOD became the peak of upwelling in the Banda Sea. When the La-Niña and Negative IOD phenomena occur, the SST increases and the chlorophyll-a decreases. The increase in SST ranged from 0.1 oC to 2 oC and the decrease in chlorophyll-a anomaly ranged from -0.1 mg/m3 to -0.4 mg/m3. The time of La-Niña and Negative IOD, is the lowest upwelling in the Banda Sea.Keywords: SPL, chlorophyll-a, ENSO, IOD, Banda Sea

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article , the authors compared the water quality values in terms of salinity, temperature, pH, DO, TSS, total phosphate, nitrate, and total organic carbon (TOC) content and grain size of the sediment.
Abstract: Kualitas perairan berkaitan dengan kondisi lingkungan setempat ditambah adanya peranan dari ekosistem mangrove di Pusat Informasi Mangrove (PIM), Pekalongan yang mampu menyimpan karbon lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan uji parameter kualitas perairan dan uji sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai dari kualitas perairan berupa salinitas, suhu, pH, DO, TSS, total fosfat, dan nitrat dengan nilai baku mutu, serta menghitung kandungan Karbon Organik Total (KOT) dan ukuran butir sedimennya. Titik sampel ditentukan secara purposive. Pengujian total fosfat menggunakan metode SNI 06.6989.31.2005, nitrat menggunakan metode SNI 06.2480.1991, TSS menggunakan metode SNI 06.6989.3.2004, dan parameter lainnya merupakan parameter sedangkan KOT sedimen menggunakan metode %LOI dan ukuran butir sedimen menggunakan metode dry sieving dan wet sieving. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai dari kualitas perairan masih batas aman untuk kawasan mangrove, sedangkan untuk KOT berkisar antara 2,8% - 10,5% dengan ukuran butir sedimen dominan berupa pasir dan lanau. Kata kunci : Kualitas air; Sedimen, Karbon Organik Total, Pusat Informasi Mangrove, Pekalongan AbstractWater quality is related to the surrounding environmental condition. The role of the mangrove ecosystem in Pusat Informasi Mangrove (PIM), Pekalongan, is to store carbon in high numbers. Thus, a water quality parameter and sediment examination are necessary.This research aims to compare water quality values in terms of salinity, temperature, pH, DO, TSS, total phosphate, nitrate, with existing quality standards and calculate Total Organic Carbon (TOC) content and grain size of the sedimentThe sample point was determined purposively. The total phosphate examination applied SNI 06.6989.31.2005 method, nitrate examination applied SNI 06.2480.1991 method, and TSS examination applied SNI 06.6989.3.2004 method. The other parameters are located in-site, while TOC used the %LOI method and grain size of sediment used dry sieving and wet sieving method. The result confirmed that the water quality values in the mangrove area are still within the safe limits, while the TOC ranged from 2,8% to 10,5%, with the dominant sediment grain size in the form of sand and silt.Keywords : Water quality; sediment, Total Organic Carbon, Mangrove Information Center, Pekalongan

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper , the distribution of total organic carbon (TOC) and its correlation with sediment type and sediment statistics was analyzed by SPSS using the Pearson bivariate method, which showed that the Banger River Estuary was dominated by the silt sediment fraction with organic carbon concentrations in the medium-high category at 5.1% to 21.63%.
Abstract: Sungai Banger terletak di kecamatan Pekalongan Utara yang merupakan sungai dengan banyak aktivitas manusia seperti pemukiman, industri, pertambakan, pertanian, dan aktivitas perikanan di sepanjang aliran sungainya. Banyak limbah dari aktivitas tersebut berakhir di sungai. Bahan organik yang terkandung di dalam limbah apabila melebihi ambang batas dapat menyebabkan perairan yang eutrofik. Konsentrasi karbon organik pada sedimen dapat dijadikan indikator untuk mengetahui kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbon organik total (KOT) dan hubungannya dengan jenis dan statistik sedimen. Analisis yang dilakukan meliputi analisis KOT dengan metode LOI (Loss of Ignition), Analisis ukuran butir sedimen, statistik sedimen, pasang surut dan arus permukaan. Hasil penelitian menunjukan Muara Sungai Banger didominasi oleh fraksi sedimen lanau dengan konsentrasi KOT berada dalam kategori sedang-tinggi di angka 5,1% 21,63%. Korelasi antara KOT dengan jenis dan statistik sedimen dapat dianalisis dengan SPSS menggunakan metode bivariat pearson. KOT memiliki nilai pearson correlation yang positif terhadap fraksi lanau (0.884). KOT banyak ditemui pada sedimen yang memiliki ukuran butir halus yang lebih mudah untuk mengadsorpsi karbon yang ada di perairan. Nilai pearson correlation antara KOT dengan nilai mean menunjukan hubungan yang negatif (-0.813). Nilai mean yang tinggi menunjukan bahwa ukuran butir sedimen yang lebih kasar, artinya apabila nilai mean sedimen semakin besar maka KOT yang ditemukan semakin rendah konsentrasinya.Kata kunci : Karbon Organik Total, Ukuran Butir, Statistik Sedimen, Muara Sungai Banger Abstract The Banger River is located in the North Pekalongan sub-district, a river with many human activities such as human settlement, industry, aquaculture, agriculture, and fishing activities along its river. Much of the waste from these activities end up in rivers. If it exceeds the threshold, the organic matter contained in the waste can cause eutrophic waters. Carbon concentration in sediment can be used as an indicator to determine water quality. This study aims to determine the distribution of total organic carbon (TOC) and its correlation with sediment type and sediment statistics. This research was carried out on August 24, 2021. The analysis includes TOC analysis using the LOI (Loss of Ignition) method, sediment grain size analysis, sediment statistics, tides, and surface currents. The results showed that the Banger River Estuary was dominated by the silt sediment fraction with organic carbon concentrations in the medium-high category at 5.1% to 21.63%. The correlation between TOC and sediment type and sediment statistics can be analyzed by SPSS using the Pearson bivariate method. TOC has a positive Pearson value correlation with the silt sediment fraction (0.884). TOC is mostly found in sediments that have a fine grain size that is easier to adsorb carbon in the waters. The Pearson correlation value between TOC and the mean value shows a negative relationship (-0.813). A high mean value indicates that the grain size of the sediment is coarser, meaning that if the mean sediment value increases, the TOC found will be lower in concentration. Keywords: Total Organic Carbon, Grain Size, Sediment Statistics, Banger River Estuary