scispace - formally typeset
Search or ask a question

Showing papers in "Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan in 2010"


Journal ArticleDOI
TL;DR: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun and mengembangkan instrumen kemandirian belajar mahasiswa ying handal as discussed by the authors.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan instrumen kemandirian belajar mahasiswa yang handal. Metode yang digunakan adalah model pengembangan teoretik. Penelitian dilaksanakan di FMIPA UNY, pada semester gasal tahun akademik 2009/2010. Populasi adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA UNY. Sampel diambil dengan cara cluster random sampling. Kelas terpilih adalah Prodi PMatNR kelas C angkatan 2007, Prodi PMatR angkatan 2007, dan Prodi PMatR angkatan 2008. Hasil penelitian adalah: (1) Penyusunan dan pengembangan instrumen dilakukan dengan delapan langka'h. (2) Instrumen tersusun memiliki validitas yang baik, ditinjau dari validitas isi oleh expert judgement, validitas konstruk dengan analisis faktor dan validitas empiris dengan Peanon product moment correlation. Pengujian validitas konstruk melalui analisis faktor dengan metode eksploratori berhasil diekstraksi enam faktor sesuai dengan teori yang diestimasikan yaitu: (a) Ketidaktergantungan terhadap orang lain, (b) kepercayaan diri, (c) Berperilaku disiplin, (d) rasa tanggung jawab, (e) Berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri, dan (f) kontrol diri. (3) Reliabilitas instrumen termasuk kategori cukup tinggi yang ditunjukkan dengan besarnya koefisien reliabilitas alpha yakni sebesar 0.8797. Kara kunci: instrumen kemandirian belajar mahasiswa

16 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article, astrak penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian and testlet secara empirik and simulasi, (2) pengaruh banyaknya item and ukuran sampel terhadap perbandedan nilaidi informasi items pada the tes, and (3) keakuratan pemodelan graded response model pada
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (1) perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara empirik dan simulasi, (2) pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan testlet secara simulasi, dan (3) keakuratan pemodelan GRM pada bentuk uraian dan testlet. Data empirik diambil dari respons siswa terhadap tes bentuk uraian dan bentuk testlet dari 772 siswa SMA kelas XI yang tersebar di lima SMA di Kabupaten Tegal. Bentuk tes uraian dan testlet bersama-sama diberikan pada siswa pada akhir semester I dan di awal semester II dengan waktu tenggang minimal 1 bulan. Data pada penelitian simulasi dibangkitkan dari parameter item hasil estimasi pada penelitian empirik dengan program WinGen 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara empirik dan simulasi, tes yang disajikan dalam bentuk uraian cenderung memiliki nilai fungsi informasi item yang lebih tinggi dibanding dengan tes yang disajikan dalam bentuk testlet , (2) secara simulasi, ada pengaruh banyaknya item dan ukuran sampel terhadap perbandingan nilai fungsi informasi item pada bentuk tes uraian dan bentuk testlet , dan (3) pemodelan GRM pada bentuk tes uraian dan testlet paling akurat pada kondisi banyaknya item 20 dan ukuran sampel 2000. Kata kunci: keefektifan, bentuk tes, graded response model

16 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper, penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan instrumen tes keterampilan renang usia prasekolah, (2) mengetahui validitas, (3) mengestimasi reliabilitas, and (4) menciptakan butirbutir butir-butir instrumen, i.e., butir and Butir-Butir instrumens tes Keterampil renang, usia pasekolate us
Abstract: Penelitian ini bertujuan: (1) mengembangkan instrumen tes keterampilan renang usia prasekolah, (2) mengetahui validitas dan mengestimasi reliabilitas instrumen tes keterampilan renang usia prasekolah, (3) menciptakan butir-butir instrumen tes keterampilan renang usia prasekolah yang valid. Metode penelitian menggunakan research and development . Subjek penelitian adalah 50 siswa prasekolah usia 4-6 tahun. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan kuesioner. Validitas diketahui dengan validitas isi dan reliabilitas instrumen diestimasi menggunakan formula alpha dari cronbach . Hasil penelitian berupa instrumen tes keterampilan renang usia prasekolah yang valid. Hasil estimasi reliabilitas sebesar 0,0994, yang selanjutnya direvisi hingga memeroleh produk final. Kata kunci: prasekolah, instrument, tes, keterampilan renang

7 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper, penelitian ini menunjukkan bahwa (a) reliabilitas dalam teori skor murni klasik yang dikembangkan oleh para ahli pengukuran memiliki ketepatan estimasi yang bervariasi.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketepatan estimasi koefisien reliabilitas pada teori skor murni klasik. Peneliti membandingkan ketepatan estimasi koefisien-koefisien reliabilitas melalui data simulasi. Data simulasi dibangkitkan secara acak berdasarkan besarnya nilai reliabilitas murni, model pengukuran, ukuran sampel dan distribusi normal. Ukuran sampel yang dipakai terdapat empat jenis yaitu sebesar 50, 250, 1000 dan 5000. Reliabilitas murni yang dipakai terdiri dari lima kondisi yaitu 0,5; 0,6; 0,7; 0,8 dan 0,9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (a) koefisien reliabilitas dalam teori skor murni klasik yang dikembangkan oleh para ahli pengukuran memiliki ketepatan estimasi yang bervariasi. (b) Rata-rata koefisien reliabilitas memiliki ketepatan estimasi yang cukup tinggi yang dibuktikan dengan kecilnya rerata bias estimasi. (c) Koefisien reliabilitas komposit memiliki ketepatan yang tinggi pada model paralel dan kesetaraan tau, Koefisien Feldt pada model konjenerik, Koefisien Wang pada model korelasi antarsesatan dan Koefisien alpha berstrata pada model multidimensi.

7 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper, penelitian menggunakan intrumen keterampilan proses sains pola divergen untuk biologi SMA untuk assessment for learning.
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui bias item tes keterampilan proses sains pola divergen dan modifikasinya sebagai tes kreativitas biologi SMA untuk assessment for learning . Penelitian menggunakan intrumen keterampilan proses sains pola divergen untuk biologi SMA (Bambang Subali, 2009). Dua dari enam instrumen pengukur keterampilan proses sains tersebut dimodifikasi menjadi instrumen pengukur kreativitas keterampilan proses sains dan diujikan pada 1095 peserta didik. Penskoran dalam skala politomus dan dianalisis menurut Partial Credit Model 1-PL dengan program QUEST. Analisis bias didasarkan faktor gender, lokasi, dan jenjang kelas. Hasil pengukuran menunjukkan, dengan kriteria mean INFIT MNSQ 1,0 ± 0,0 tes fit dengan model. Berdasarkan kriteria batas INFIT MNSQ 0,77 - 1,30 seluruh item fit dengan model. Hasil penyelidikan bias ternyata sebagian item bias, baik dari segi gender, lokasi, atau jenjang kelas. Kata kunci: alat ukur keterampilan proses sains pola divergen, alat ukur kreativitas keterampilan proses sains, bias item, PCM-1PL

6 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article, anstrak penelitian adalah siswa ying tidak terganggu penglihatan dan pendengarannya serta tidak mengalami retardasi mental.
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran inteligensi, penguasaan kosakata, sikap terhadap membaca, dan minat membaca terhadap kemampuan membaca siswa kelas 4 sekolah dasar, berusia 9-10 tahun. Subjek penelitian adalah siswa yang tidak terganggu penglihatan dan pendengarannya serta tidak mengalami retardasi mental. Alat pengumpul data adalah CFIT Skala-2 untuk mengukur inteligensi, Tes Kosakata untuk mengukur penguasaan kosakata, Skala Sikap Terhadap Membaca untuk mengukur sikap terhadap membaca, Skala Minat Membaca untuk mengukur minat membaca, dan Tes Membaca untuk mengukur kemampuan membaca. Subjek penelitian adalah 377 murid dari 16 SDN di kota Yogyakarta, terdiri dari 180 laki-laki dan 197 perempuan. Hasil analisis regresi dengan empat prediktor, menunjukkan keempat prediktor secara bersama-sama berperan terhadap kemampuan membaca (R = 0,592, F = 50,154 dengan p < 0,05) dan sumbangannya sebesar 35% (penguasaan kosakata 29%, inteligensi 5,4%, sikap terhadap membaca 0,6%, dan minat membaca 0%). Kata kunci: kemampuan membaca, penguasaan kosakata, inteligensi, sikap terhadap membaca, minat membaca

3 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Tujuan penelitdan in this paper adalah mengembangkan instrumen asesmen untuk mendeteksi keterampilan motorik kasar, halus, and sosial emosional anak TK.
Abstract: Tujuan penelitdan ini adalah mengembangkan instrumen asesmen untuk mendeteksi keterampilan motorik kasar, halus, dan sosial emosional anak TK. Instrumen asesmen terdiri atas: (1) untuk keterampilan motorik kasar 35 item; (2) untuk keterampilan motorik halus halus 40 item; dan (3) untuk keterampilan sosial emosional 40 item. Validitas dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analyss (CFAJ, dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan generalizability pada kelompok kecil. Instrumen diujicobakan pada 30 anak TK dengan melibatkan 3 rater, yaitu: guru TK, ahli PLB, dan ahli PAUD. Hasil analisis validitas menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan motorik kasar termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, instrumen asesmen keterampilan motorik halus termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, dan instrumen asesmen keterampilan sosial emosional termasuk dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan motorik kasar termasuk dalam kategori tinggi dan sedang, instrumen asesmen keterampilan motorik halus termasuk dalam kategori tinggi, dan instrumen asesmen keterampilan sosial emosional termasuk dalam kategori tinggi dan sedang. Kata kunci: konstruk instrumen asesmen, anak TK berkebutuhan khusus

2 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper, penelitian bertujuan untuk mengembangkan ujian berbasis komputer ying diaplikasikan Universitas Terbuka (CBT-UT) ke tes adaptif binarbasis Komputer (CAT) untuk Mata kuliah Bahasa Indonesia.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ujian berbasis komputer yang diaplikasikan Universitas Terbuka (CBT-UT) ke tes adaptif berbasis komputer (CAT) untuk Mata kuliah Bahasa Indonesia. Penelitian ini mempunyai tiga tahap, yaitu tahap pengembangan bank soal, simulasi algoritma, dan pengembangan program CAT. Pada tahap pertama, butir-butir soal yang memenuhi kriteria dipilih untuk masuk bank soal. Pada tahap kedua, studi simulasi untuk menguji apakah algoritma yang diterapkan berproses dengan baik ataukah tidak, yaitu algoritma desain CAT murni dan CAT yang dikendala modul (CCAT). Pada tahap ketiga, program aplikasi CAT pada sistem ujian UT dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 127 butir yang memenuhi kriteria ideal sebagai bank soal CAT, (2) bank soal data empiris akurat untuk mengukur peserta tes dengan kemampuan sedang sampai tinggi, (3) untuk mengestimasi kemampuan peserta tes pada tingkat kemampuan sedang sampai tinggi, pada desain CAT murni diperlukan 8 sampai 15 butir soal, (4) Desain CAT yang dikendala modul (CCAT50) dapat diterapkan oleh UT sebagai bentuk ujian alternatif pada sistem ujian UT. Desain ini dapat juga digunakan oleh lembaga pendidikan lain yang dakm pengujiannya mensyaratkan keseimbangan isi. Kata kunci: tes adaptif berbasis komputer

2 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menentukan cut score (batas lulus) ujian nasional mata pelajaran akuntansi dengan menggunakan metode Group Contrast and Bookmark as mentioned in this paper.
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan cut score (batas lulus) ujian nasional mata pelajaran akuntansi dengan menggunakan metode Group Contrast dan Bookmark . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data berupa perangkat UN kompetensi kejuruan teori akuntansi tahun 2009 dan respon peserta dari dokumen sebanyak 8 SMK Bisnis dan Manajemen di wilayah Kota Yogyakarta sebanyak 314 peserta didik. Analisis data butir tes dilakukan secara klasik dengan program microcat Iteman, sedangkan analisis secara modern (Rasch Model) menggunakan program AcerConQuest. Judgment ahli digunakan dalam penentuan cutscore . Cut score yang dihasilkan dengan metode Group Contrast adalah sebesar 63,09 (skala 100) dan dengan metode Bookmark adalah sebesar 68,96 (Respon Probability/RP 0,67) dan 67,36 (RP 0,5). Metode Bookmark relatif lebih akurat dalam menentukan cut score karena butir diungkap parameter indeks kesukarannya kemudian dilakukan analisis kemampuan peserta tes dengan menggunakan model Rasch atau Teori Respon Butir, dan adanya judgment ahli. Kata kunci: batas lulus, metode group contrast, metode bookmark

2 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: Tujuan peneiitian in this article adalah untuk melakukan validasi empiris terhadap model asesmen kinerja sekolah berdasarkan pada penilaian peserta didik sebagai customer.
Abstract: Tujuan peneiitian ini adalah untuk melakukan validasi empiris terhadap model asesmen kinerja sekolah berdasarkan pada penilaian peserta didik sebagai customer. Validasi awal pada enam SMP negeri melibatkan 228 peserta didik. Validasi akhir melalui survei pada 30 SMP negeri melibatkan 1042 peserta didik. Pengumpulan data pada tahap awal dan akhir maupun validasi data menggunakan angket. Data dianalisis dengan statistik deskriptdf, Analisis Faktor Model Konfirmatory (CFA) dan analisis validitas data dengan korelasi product moment. Hasil peneiitian menunjukkan bahwa: (1) konstruk kinerja sekolah memiliki empat dimensi, yaitu: praktik kepemimpinan sekolah, praktik pembelajaran, kondisi lingkungan dan iklim akademik, dan peran serta orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan; (2) model asesmen kinerja sekolah berdasarkan sumber data peserta didik valid secara metodologis, dilihat dari konsistensinya dengan hasil asesmen pihak pemberi layanan, baik kepala sekolah maupun guru. Hasil ini dapat ditafsirkan bahwa peserta didik merupakan salah satu sumber data yang valid untuk digunakan dalam asesmen kinerja sekolah. Kata kunci: asesmen, kinerja sekolah, berbasispeserta didik

2 citations


Journal ArticleDOI
TL;DR: In this paper, penyetaraan vertikal model kredit parsial soal Matematika SMP menggunakan common-item nonequivalent groups design.
Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan menemukan ukuran sampel minimum, pengaruh panjang tes, panjang tes anchor minimum, dan metode penyetaraan tes dalam penyetaraan vertikal model kredit parsial soal Matematika SMP menggunakan common-item nonequivalent groups design . Pembangkitan data melibatkan variasi peringkat kelas terhadap ukuran sampel (300; 600; 1000), panjang tes (10; 20), dan distribusi kemampuan ( N (0,1), N (1,1)) sebanyak 50 replikasi menggunakan Program WinGen 2. Penyetaraan vertikal melibatkan (a) panjang tes anchor 2, 3, 4, 5, dan 8 butir (panjang tes 20 butir); dan (b) panjang tes anchor 2, 3, 4, dan 5 butir (panjang tes 10 butir). Kriteria pengujian keakuratan penyetaraan menggunakan RMSD dan RMSE . Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyetaraan vertikal pada sampel 300 memiliki rata-rata RMSD dan RMSE cukup kecil untuk semua situasi; (2) Keakuratan penyetaraan meningkat seiring meningkatnya panjang tes; (3) Dengan rentang panjang tes anchor 25% sampai 30% untuk butir politomus, penyetaraan vertikal model kredit parsial memerlukan panjang tes anchor minimum 5 untuk panjang tes 20 butir dan 3 untuk panjang tes 10 butir; dan (4) Metode Mean/Mean cenderung lebih akurat, dalam penyetaraan vertikal IRT butir tes Matematika model kredit parsial diikuti Stocking-Lord , Mean/Sigma , dan Haebara . Kata kunci: penyetaraan vertikal, model kredit parsial, tes anchor, kalibrasi, RMSD , RMSE

Journal ArticleDOI
TL;DR: Hasil pendeteksian DIF melalui metode Lord's Chi-square ini didasarkan pada banyaknya butir false positive (FP) ying mempengaruhi keakuratan metode linking as discussed by the authors.
Abstract: Tujuan dari peneiitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode linking pada sejumlah butir false positif dalam pendeteksian DIF berdasarkan teori response butir. Metode linking yang digunakan adalah metode rerata dan sigma (RS), metode tegar rerata dan sigma (TRS), metode kurva karakteristik (KK). Pendeteksian DIF dilakukan dengan menggunakan metode Lord's Chi-Square Test. Hasil pendeteksian DIF melalui metode Lord's Chi-Square ini didasarkan pada banyaknya butir false positive (FP) yang mempengaruhi keakuratan metode linking. Jumlah butir false positif dihitung dari butir yang sebelumnya diperkirakan tidak DIF berdasarkan Likelihood Ratio Test, akan tetapi setelah pendeteksian DIF menggunakan Lord's Chi-Square Test, ternyata ditemukan bahwa item mengandung DIF. Hasil peneiitian menunjukkan bahwa metode kurva karakteristik, metode rerata dan metode sigma adalah lebih akurat daripada metode tegar rerata dan metode sigma. Namun, metode kurva karakteristik memiliki akurasi yang sama dengan metode rerata dan metode sigma. Kata kunci: metode Unking, butir false positive, DIF

Journal ArticleDOI
TL;DR: Model Asesmen Autentik Terintegrasi (Model-AAT) as discussed by the authors is a metode dengan metode mengintegrasikan asesmen teman sejawat and unjuk kerja.
Abstract: Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menemukan model asesmen kompetensi siswa SMK dalam konteks pembelajaran berbasis kerja di industri yang valid, praktis, dan efektif. Model asesmen yang dikembangkan diberi nama Model Asesmen Autentik Terintegrasi (Model-AAT), dengan metode mengintegrasikan asesmen teman sejawat dan asesmen unjuk kerja. Subjek penelitian adalah siswa SMK peserta Praktik Kerja Industri (Prakerin), guru pembimbing, dan instruktur pada institusi pasangan (bengkel-bengkel otomotif) di Makassar. Pengembangan Model-AAT ini mengacu pada model pengembangan pendidikan yang dikemukakan Plomp (1997) dengan mengacu pada kriteria kualitas produk pengembangan, yang meliputi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model-AAT memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis, untuk diterapkan pada pembelajaran berbasis kerja di industri; (2) Penerapan Model-AAT memungkinkan guru dan instruktur untuk menilai unjuk kerja siswa dengan lebih objektif; (3) Penerapan ini dapat meningkatkan kerjasama antara sekolah dan dunia industri. Kata kunci: model asesmen kompetensi, siswa smk, pembelajaran berbasis kerja, industri

Journal ArticleDOI
TL;DR: In this article, a penelitian in SMA Negeri 1 Manggis dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2.
Abstract: ABSTRAK I WAYAN LABA, Pengaruh Metode Resitasi Tugas dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Matematika di SMA Negeri 1 Manggis , Tesis Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010 Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I : Prof. Dr I Made Candiasa, MIKomp, Pembimbing II : Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S Kata Kunci : resitasi tugas, motivasi berprestasi dan hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resitasi tugas dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Manggis dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang diklasifikasi menjadi dua jenis, yaitu metode resitasi tugas yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan metode konvensional yang diberikan kepada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi berperan sebagai variabel moderator yang dipilah menjadi dua, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Instrumen berupa kuisioner digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi siswa, sedangkan tes objektif digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika. Sampel penelitian ini berjumlah 62 orang siswa kelas X yang diambil dengan menggunakan tehnik random sampling. Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai F hitung = 8,960 F tabel = 3,99 taraf signifikansi 5%, 2) bagi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai Q hitung = 9,3007 Q tabel = 2,89 taraf signifikansi 5%, 3) bagi siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih rendah daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai Q hitung = 3,3140 Q tabel = 2,89 taraf signifikansi 5%, dan 4) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika dengan nilai F hitung = 39,783 F tabel = 3,99 taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa metode resitasi tugas dan motivasi berprestasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika di SMA Negeri 1 Manggis ABSTRACT I WAYAN LABA, The Effect of Task Recitation Method and Achievement Motivation upon Achievement in Mathematics at SMA Negeri 1 Manggis, Tesis Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010. This thesis has been corrected and examined by the first supervisor, Prof. Dr. I Made Candiasa, MI Komp, the second supervisor, Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, MS Key words: task recitation, achievement motivation and learning achievement This study aimed at finding out the effect of task recitation and achievement motivation upon student’s learning achievement in mathematics. This study was conducted at SMA Negeri 1 Manggis by using experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study consisted of learning method which was classified into two types, i.e., task recitation method which was applied to the experiment group and conventional method to the control group. Achievement motivation served as moderator variable which was classified into two, namely high achievement motivation and low achievement motivation. The dependent variable consisted of learning achievement in mathematics. The instruments were in the form of questionnaire that was used to measure the students’ achievement motivation and objective test that was used to measure the students’ learning achievement in mathematics. The sample consisted of 62 students of Class X who were selected by random sampling. The data analysis used two-way analysis of ANOVA and Tukey test. The results showed that 1) the students who learned through recitation method had higher achievement than those who learned through conventional method, F observed = 8.960 F table = 3.99 at 5% level of significance; 2) among the students who had high learning motivation, those who learned through recitation method had higher achievement than those who learned through conventional method, Q observed = 9.3007, Q table = 3.89 at 5% level of significance; 3) among the students who had low learning motivation, those who learned through recitation method had lower achievement than those who learned through conventional method, Q observed = 3.3140, Q table = 2.89 at 5% level of significance; and 4) there was an interaction effect between learning method and learning motivation upon learning motivation in mathematics, F observed = 39.783 F table = 3.99 at 5% level of significance. Hence, it can be concluded that task recitation method and learning motivation have a significant effect upon learning achievement in mathematics at SMA Negeri 1 Manggis.