scispace - formally typeset
Search or ask a question
Journal ArticleDOI

Kesmas mengajar: edukasi mengenai bencana kabut asap di sd alam muhammadiyah martapura

TL;DR: In this article , the purpose of this activity is to increase the understanding of Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura students about smoke haze. But the results obtained in the form of an increase in knowledge of 9.38%, where 94.28% of respondents had good knowledge about the haze disaster.
Abstract: ABSTRAKBencana kabut asap disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Hal ini berdampak pada peningkatan kejadian gangguan pernapasan secara akut dan kronis. Populasi berisiko terdapat pada kelompok usia anak-anak karena imaturitas fungsi sistem pernapasan. Kegiatan pengabdian dilakukan di SD Muhammadiyah Martapura. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman pelajar SD SD Muhammadiyah Martapura mengenai kabut asap. Kegiatan dikonduksikan secara indoor-outdoor. Penerapan metode melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media powerpoint, poster dan media mewarnai. Peserta terdiri dari 35 siswa bersikap aktif saat kegiatan. Didapatkan hasil berupa peningkatan pengetahuan sebesar 9,38%, dimana 94,28% responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai bencana kabut asap. Berdasarkan uji statistik dinyatakan hubungan signifikan dari kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan responden (Z hitung=3,18, p-Value=0,0001). Peningkatan pengetahuan dari sasaran pada kegiatan ini dikarenakan responden berupa pelajar Sekolah dasar, dukungan sekolah dan media penyuluhan sedangkan penghambat dari kegiatan ini adalah keterbatasan waktu dan ketertiban sasaran. Kata kunci: bencana kabut asap; kebakaran hutan dan lahan; anak sekolah dasar; penyuluhan; peningkatan pengetahuan. ABSTRACTThe haze disaster is caused by bushfires. This has an impact on increasing the incidence of acute and chronic respiratory disorders. The population at risk is in the age group of children because of the immaturity of the respiratory system function. Service activities are carried out at Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura. The purpose of this activity is to increase the understanding of Nature Elementary School Muhammadiyah Martapura students about smoke haze. Activities conducted indoor-outdoor. The application of the method through discourse and discussions with questions & answers using powerpoint, posters and coloring media. Participants consisted of 35 students being active during the activity. The results obtained in the form of an increase in knowledge of 9.38%, where 94.28% of respondents had good knowledge about the haze disaster. Based on the statistical test, it was stated that there was a significant relationship between counseling education toward increase knowledge of respondents (Z count = 3,18, p-Value = 0,0001). The increase in knowledge of the targets in this activity is because the respondents are elementary school students, school support and counseling media, while the obstacles to this activity are limited time and orderliness of the target. Keywords: haze disaster; bushfires; elementary school children; counseling; knowledge enhancement.
References
More filters
Journal ArticleDOI
17 Jul 2020
TL;DR: In this paper, anakanak termasuk juga anak-anak yatim piatu ying tinggal di panti asuhan sangat rentan terhadap penularan COVID-19.
Abstract: COVID-19 menyebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Virus ini telah menginfeksi jutaan orang sehingga menyebabkan angka kematian yang tinggi bagi penderitannya di seluruh dunia. Anak-anak termasuk juga anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sangat rentan terhadap penularan COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak-anak panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu untuk menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari penularan COVID-19. Kegiatan ini juga diikuti dengan pemberian sembako kepada anak-agar panti asuhan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama pandemi COVID-19. Edukasi dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan partisipatif. Materi edukasi yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan diantaranya pengenalan COVID-19 dan gejalanya, cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menerapkan etika batuk, cara physical distancing, serta cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan terhadap PHBS dalam pencegahan COVID-19 dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontsrasi. Penyampaian materi juga dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran berupa poster. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar angket untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Hasil kegiatan menujukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak panti asuhan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari persentase pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu sebesar 74,48% yang kemudian meningkat menjadi 86,49% setelah diberikan edukasi.

41 citations

19 Sep 2017
TL;DR: Keberhasilan penyuluhan dapat diukur dengan melihat adanya peningkatan nilai pre-test dan post-test yang diperoleh dari responden, hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningKatan pengetahuan responden yang diketahui nilai pretest dan posttest.
Abstract: Penyuluhan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan sekelompok responden. Penyuluhan kesehatan mengenai penyakit TB paru telah dilakukan untuk merubah perilaku responden sehingga memiliki kesadaran untuk hidup lebih baik dan sehat. Keberhasilan penyuluhan dapat diukur dengan melihat adanya peningkatan nilai pre-test dan post-test yang diperoleh dari responden. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi pengetahuan tentang cara penularan, pencegahan dan pengobatan infeksi TB paru. Penyuluhan diberikan kepada 2 kelompok responden . kelompok pertama adalah ibu-ibu PKK dan kelompok kedua adalah siswa-siswi SMA di wilayah Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan responden yang diketahui melalui nilai pretest dan posttest. Pengetahuan kelompok ibu-ibu PKK meningkat sebanyak 14,62% sedangkan pengetahuan kelompok siswa SMA sebanyak 45,11%. Peningkatan pengetahuan ini terjadi sebesar 100% pada semua kelompok masyarakat baik ibu- ibu PKK dan siswa SMA. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pelaksanaan penyuluhan kesehatan bagi kelompok masyarakat yaitu pada tingkat cukup hingga baik. Kesimpulan yang diperoleh yaitu penggunaan metode pre-test dan post-test dapat menjadi indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan. Angka pengetahuan pada masing-masing kelompok responden mengalami peningkatan.

10 citations

Journal ArticleDOI
TL;DR: Kunci as mentioned in this paper disampaikan bahwa user memberikan penilaian dibawah sadar terhadap website dalam waktu 90 detik, and 90% penilaians berdasar pada warna.
Abstract: Website terdiri dari dua hal penting, yang terlihat dan yang tak terlihat. Hal yang terlihat adalah user interface. Warna merupakan salah satu hal yang bertanggung jawab pada sebuah interface. Sehingga untuk membuat sebuah website pemilihan terhadap warna sangat penting. Hal ini juga dikuatkan oleh Institut untuk research warna dalam Krischer disampaikan bahwa user memberikan penilaian dibawah sadar terhadap website dalam waktu 90 detik, dan 90% penilaian berdasar pada warna. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif data-data yang didapat dari studi literatur mengenai teori psikologi warna Goethe dan Itten dipetakan kedalam teori kombinasi warna sehingga didapat kesan yang muncul dari psikologi kombinasi warna pada website. Â Kata Kunci: psikologi warna, kombinasi warna, website

6 citations

Journal ArticleDOI
11 Jan 2018
TL;DR: Pengabdian in this article dilakukan di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Abstract: Pengabadian ini dilakukan di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan lembaga keuangan syariah yang berbentuk Baitul Maal Wat Tamwil. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan produk-produk syariah lainnya, agar masyarakat muslim familiar dengan lembaga keuangan syariah. Selain itu juga tujuannya adalah agar masyarakat berkeinginan untuk mendirikan lembaga keuangan Baitul Mal Wat-Tamwil di desa tersebut. Program penyuluhan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta penyuluhan menguasai dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti penyuluhan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir. Keberhasilannya dapat dilihat dari: 1) Tersedia tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan BMT, karena hingga saat ini lembaga keuangan bank dan non bank sangat banyak juga alumni sarjana ekonomi syariah dan magister ekonomi syariah di riau sangat banyak. 2) Antusiasme masyarakat desa karya indah yang cukup tinggi terhadap pelatihan pengembangan desanya melalui BMT. 3) Dukungan kepala dusun desa karya indah terhadap kegiatan ini menambah semangat dalam kegitan pelatihan dan membantu tim pengabdi mengorganisasikan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Dan 4) Ketersediaan dana pendukung dari Universitas melaui guna penyelenggaraan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini. Hambatannya dilihat dari: 1) Masyarakat desa Karya indah yang merupakan peserta penyuluhan masih banyak yang belum memiliki pengetahuan tentang lembaga keuangan syariah (BMT), 2) Keterbatasan waktu untuk pelaksanaan penyuluhan sehingga beberapa materi tidak dapat disampaikan secara detil. Dan 3) Daya tangkap para peserta yang bervariasi, ada yang cepat namun juga ada yang lambat sehingga waktu yang digunakan kurang maksimal, sehingga waktu yang ada tidak cukup untuk menjelaskan semuanya.

3 citations