scispace - formally typeset
Search or ask a question
Journal ArticleDOI

Korelasi Antara Indeks Masa Tubuh (Imt) Dengan Kemampuan Mengecap Phenylthiocarbamide (Ptc) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2019

TL;DR: Gangguan pengecapan terhadap phenylthiocarbamide (PTC) merupakan suatu sifat ying diwariskan and berpengaruh terhadapan preferensi makanan serta diet as mentioned in this paper .
Abstract: Gangguan pengecapan terhadap phenylthiocarbamide (PTC) merupakan suatu sifat yang diwariskan dan berpengaruh terhadap preferensi makanan serta diet. Hal ini akan berpengaruh terhadap berat badan/adipositas yang berperan sebagai kontributor terhadap berbagai komorbid seperti obesitas. Obesitas merupakan salah satu penyebab utama berbagai komplikasi kesehatan di negara-negara berkembang terutama pada orang dewasa. Tujuan penelitian adalah mengetahui korelasi antara Indeks Masa Tubuh dengan kemampuan mengecap phenylthiocarbamide (PTC) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019.Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental dan rancangan cross sectional. Subyek diintruksikan untuk menjulurkan lidahnya, dan diteteteskan larutan phenylthiocarbamide di bagian tengah lidah. Kemudian ditanya, apa yg dia rasakan, pahit atau tidak pahit. Pengumpulan data tentang berat badan dan tinggi badan dilakukan dengan cara kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 memiliki rata-rata Berat Badan, Tinggi Badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT) masing-masing adalah sebesar 61,1888 kg ± 15,4728, 162,74 cm ± 0,1018 dan 23,0426 ± 5,0450. Menurut klasifikasi WHO sebagian besar sampel memiliki berat badan ideal. Dari pengujian PTC didapatkan insidensi kelompok taster sebesar 71, 5 % dan kelompok nontaster sebesar 28,5 %. Tidak ada korelasi yang signifikan antara IMT dengan kemampuan sebagai taster atau non taster (p 0,05).Disimpulkan bahwa kemampuan mengecap PTC tidak mempengaruhi Indeks Masa Tubuh (IMT) pada mahasiswa FK Universitas YARSI Angkatan 2019. Sebagian besar mahasiswa memiliki Indeks Masa Tubuh ideal